Powered By Blogger

Senin, 27 Februari 2012

Kelas Kata -->Tugas Bahasa Indonesia




Hello guys...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh..
aku ada tugas nih dari guru B.Indo.
yah udah buat membagi ilmu ajh nih, aku share di blog deh :)
semoga bermanfaat :D



   Kelas kata  (jenis kata) adalah golongan kata dalam satuan bahasa berdasarkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem gramatikal. Untuk menyusun  kalimat yang baik dan benar dengan berdasarkan pola-pola kalimat baku, pemakai harus mengenal jenis dan fungsi kelas kata.
Adapun fungsi kelas kata:
1)  melambangkan gagasan atau pikiran yang abstrak menjadi konkret
2)  membentuk bermacam-macam struktur kalimat
3)  memperjelas makna gagasan kalimat
4)  membentuk satuan makna frase, klausa, atau kalimat
5)  membentuk gaya pengungkapan sehingga menghasilkan karangan yang dapat dipahami dan dinikmati oleh orang lain
6)  mengungkapkan berbagai jenis ekspresi, antara lain: berita, perintah, penjelasan, argumentasi, pidato dan diskusi
7)  mengungkapkan berbagai sikap, misalnya: setuju, menolak, dan menerima



Jenis Kelas Kata :
1.      Verba (kata kerja)
2.      Adjektiva (kata sifat)
3.      Adverbia (kata keterangan)
4.      Nomina (kata benda)
5.      Pronomina (kata ganti)
6.      Numeralia (kata bilangan)
7.      Kelompok kata tugas ialah :
·        Kata sandang (artikel)
·        Kata depan (preposisi)
·        Kata hubung (konjungsi)
·        Partikel
·        Kata seru (interjeksi






1. Kelas Verba
Untuk menentukan suatu kata termasuk verba, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategoripembangun kerangka sisteni morfologi verba itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama, yaitu mempunya; potensi berkomhinasi dengan kata: tidak, sudah, sedang, akan, baru, telah, belum, mau, hendak,
Kelas verba yang ditemukan pada data terdiri dari:
(1) verba murni, yakni verba yang tidak berasal dari kelas kata lain,
(2) verba denominal, yakni verba yang terbentuk dari nomina,
(3) verba deadjektival, yakni verba yang terbentuk dan adjektiva,
(4) verba denuineral, yakni verba yang terbentuk dari numeralia, dan
(5) verba depronominal, yakni verba yang terbentuk dari pronomina.
a. Verba Murni
Verba murni terdiri dari verba dasar (monomorfemis) dan verba tur. (polimorfemis). Verba turunan yang terbentuk dan kata-kata verba disebut verba diverbal.
·        Verba Dasar
Verba murni, berbentuk dasar yang ditemukan pada data ada yaitu: ada, bangkit, pergi, puasa, pulang, balik, makan, mampir, datang, ucap, ubah, turun, tinggal, terima, singgah ,aman ,
·        Verba Deverbal
Verba deverbal yang ditemukan pada data, terdiri dari beberapa kategori morfologis, yaitu:
1) Kategori di-D
Kategori ini menyatakan makna ‘tindakan disengaja berfokus sasaran”. Contoh: diangkat,  verba 1
2) Kategori ter-D”
Kategori ini menyatakan makna “dapat di’.
Contoh: tersenyum  verb 1
3) Kategori meng-D
Kategori ini menyatakan makna ‘tindakan yang disengaja berfokus pelaku’.
Contoh: menyeret, menempel, menukar, mengangguk,memakai, menuju, meniru, mengangkat, memakai  verba 1
4) Kategori meng-(D-i)
Kategori ini menyatakan makna ‘lokatif.
Contoh: menyikapi, mempunyai  verba 2
5) Kategori meng-(D-kan)
Kategori ini menyatakan makna ‘benefaktif/direktif
Contoh: meneruskan, menyilakan, menyebabkan  verba 1
6) Kategori ber-D-an
Kategori ini menyatakan makna ‘malakukan perbuatan berlangsung lama, bisa sendiri atau dengan orang lain’.
Contoh: berpandangan  verba 2
7) Kategori ber-D                        
Kategoii ini menyatakan makna ‘tindakan bcrlangsung lama’.
Contoh: berakhir, berada, berteduh  verba 2,
8) Kategori meng-D
Kategori ini menyatakan makna ‘proses/keadaan’.
Contoh: melompat verba 2
b. Verba Transposisi
·        Verba Denominal
Verba denominal yang ditemukan pada data meliputi enam kategori morfologis, yaitu.
1) Kategori meng-D
Kategori ini diderivasikan dari nomina kategori D melalui derivasi zero sehingga terbentuk verba kategori D yang menyatakan makna ‘tindakan yang disengaja berfokus pelaku’.
Contoh: menutup, meningkat  verba I
2) Kategori meng-(D-i)
Kategori ini berasal dari nomina kategon D kemudian dMenvasikan verba kategori D-i yang maknanya ‘lokatif. Contoh. menangani  verba 2
3) Kategori di-(D-i)
Kategori ini berasal dari nomina kategori D kemudiun diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang mempunyai makna ‘kausatif.
Contoh: ditandatangani  verba 2
4) Kategori meng-(D-kan)
Kategori ini berasal dari nomina kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan yang menyatakan makna ‘kausatif.
Contoh: rnerupakan  verba 2
5). Kategori di-(D-kan)
Kategori berasal dari nomina kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan yang menyatakan makna ‘kausatif.
Contoh: disebutkan, dimanfaatkan, disimpulkan, dilaksanakan, dilakukan  verba 2
6) Kategori ber-D
Kategori ini diderivasikan dari nomina kategori D dan menyatakan makna ‘tindakan berlangsung lama’.
Contoh: bertekad verba 2
·        Verba Deadjektival
Verba deadjektival yang ditemukan pada data, meliputi dim macam kategori morfologis, yaitu:
1) Kategori meng-(D-i)
Kategori ini berasal dari adjektiva kategori D kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang menyatakan makna ‘kausatif.
Contoh: menjiwai, menghargai, menanggapi  verba 2
2) Kategori meng-(D-kan)
Kategori ini berasal dari adjektiva kategori D kemuadian diderivasikan menjadi verba kategori D-kan, yang menyatakan makna ‘kausatif.
Contoh: melaksanakan menyenangkan, melanjutkan  verba 2
·        Verba Demimeral
Dari data hanya ditemukan salu kalegori morfologis verba denumeral, yaitu kategori meng-D, yang diderivasikan dari numeralia bentuk dasar yang menyatakan makna ‘proses/keadaan’.
Contoh: menyeluruh -» verba 2
·        Verba Depronominal
Dari data hanya ditemukan satu kategori morfologis verba depronominal, yaitu kategori meng-(D-i), yang berasal dari pronomina bentuk dasar kemudian diderivasikan menjadi verba kategori D-i yang menyatakan makna ‘repetitif. Contoh: mengakui —>• verba 1

2. Kelas Adjektiva
Untuk menentukan suatu kata termasuk adjektiva, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologi adjektiva itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama yaitu mempunyai potensi berkombinasi dengan kata: sangat, agak, paling, amat, sekali,
Kelas adjektiva yang ditemukan pada data hanya satu kategori morfologis, yaitu berupa adjektiva bentuk dasar yang terdiri dari:
Contoh: apes, aman, akrab, takut, basah, banyak, baik, bodoh, cukup, kerdil, salam, suka, sudah, tersinggung, berwibawa, terlalu, spona, serius, sering, cantik, tenang,

3. Kelas Adverbia
Untuk menentukan suatu kata termasuk adverbia, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologi adverbia itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama yaitu dapat bergabung dengan verba.
Kelas adverbia yang ditemukan pada data hanya ada satu kategori morfologis, yaitu berupa adverbia bentuk dasar yang terdiri dari:
Contoh: tak, telah, akan, baru, sudah, sedang, saja, juga,
4. Kelas Nomina
Untuk menentukan suatu kata termasuk nomina, digunakan penanda valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologi nomina itu ditandai oleh valensi sintaktis yang sama, yaitu (1) mempunyai potensi berkombinasi dengan kata bukan, (2) mempunyai potensi didahului oleh kata di, ke, dari, pada.
Kelas nomina yang ditemukan dan data terdiri dan: (1) nomina murni, yakni nomina yang tidak berasal dari kelas kata lain, (2) nomina deverbal, yakni nomina yang terbentuk dari verba.
a. Nomina Murni
Nomina murni terdiri dari nomina dasar (monomorfemis) dan nomina turunan (polimorfemis). Nomina turunan yang terbentuk dari kata-kata nomina disebut nomina denominal.
Nomina Dasar
Nomina murni berbentuk dasar yang ditemukan pada data ada lima macam yaitu:
Contoh   :     anak, baju, kepala, orang, nasi rumah, pakaian, pasar, perut, piring, plastik, rejeki, salak, logam lengan, lantai, lekaki, kursi, kota, panggung, kilometer, kelas, kaos, jalan, huja, gerimis, gelas, gambar, buah, ujung, uang, tempat, televisi,teh, tangan, tamu, tali, sisi, sepatu, wong, bulan, mata,
Nomina Denominal
Nominal denominal yang ditemukan pada data, terdiri dari beberapa kategori morfologis. Semuanya terbentuk dengan denvasi, berpangkal pada nomina dasar, yakni:
Kategori D-an.’
Kategori ini menyatakan makna ‘daerah/wilayah/komplek/kurnpulan sesuatu yang tersebut pada pangkal pembentukan’. Contoh: pakaian,
Kategori D-an”
Kategori ini menyatakan makna ‘hasil’. Contoh: ikatansebutan
Kategori se-D
Kategori ini menyatakan makna ‘satu”. Contoh: sebatangkara
Kategori D-D1-an
Kategori ini menyatakan makna ‘seperti’. Contoh: orang-orangan
Kategori per-D-an’
Kategori ini menyatakan makna “hal’ . Contoh: perhatian
Kategori ke-D-an’
Kategori ini menyatakan makna “hal’ . Contoh:kesempatan
Kategori pcng-D-an
Kategori ini menyatakan makna ‘proses’. Contoh: pengalaman
b. Nomina Transposisi
Dari data nomina transposisi tidak ditemukan dalam kartu kata

5. Kelas Pronomina
Pronomina yang ditemukan pada data meliputi tiga macam, yaitu:
a. Pronomina persona:
Contoh aku, saya,, anda, mereka.
bPronomina penunjuk:
Contoh: ituadalah
c. Pronomina penanya:
Contoh: bila, kapan.
6. Kelas Numeralia
Untuk menentukan suatu kata lermasuk numeralia, digunakan valensi sintaktis karena perangkat kategori morfologis pembangun kerangka sistem morfologis numeralia itu ditandai oleh valensi: sintaktis yang sama yaitu dapat bergabung dengan nomina.
Kelas numeralia yang ditemukan pada data hanya ada satu macam yaitu nrmeralia murni. Adapun yang dimaksud numeralia murni adalah numeralia yang tidak berasal dari kelas kata lain. Numeralia murni ini terdiri dari numeralia dasar (monomorfemis) dan numeralia turunan (polimortemis). Numeralia turunan yang terbentuk dari kata-kata numeralia disebut numeralia denumeral.
a. Numeralia Dasar             
Numeralia murni berbentuk dasar yang ditemukan pada data ada dua macam, yaitu:
Contoh: sebuah, sederet, dua, tujuh, sembilan, setiap, seorang,
b. Numeralia Denumeral
Numeralia denumeral tidak ditemuka pada data kartu kata,
7. KataTugas
    a. Kata Sandang (Artikel)
               Kata sandang atau artikel adalah katab yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah ornang atau benda.
Macam-macam artikel :
·        Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami sang juara.
·        Artikula/artikel bermakna jamak, misalnya: para petani, para guru, para dokter.
·        Artkula/artikel bermakna netral, misalnya si hitam manis, si dia, si terhukum.
·        Artikula/artikel bermakna khusus, misalnya: Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus, Hang Tuah.
b. Kata Depan (Preposisi)
               Kata depan atau mpreposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa preposional).
Macam-macam preposisi:
a.      Preposisi dasar, misalnya: di, ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam, daripada, tentang, pada, tentang, tanpa, untuk, demi, atas, bagi, depan, dekat.
b.      Preposisi turunan, terdiri atas:
a. gabungan preposisi dan preposisi, misalnya: di depan, ke belakang, dari muka.
c.      Gabungan preposisi + preposisi + non-preposisi, misalnya: di atas rumah, ditengah-tengah kerumunan.
d.      Gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata, misalnya dari rumah ke jalan, dari Bogor sampai Jakarta, dari pagi hingga petang.
c. Kata Hubung (Konjungsi)
               Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang berfungsi dua kata atau dua kalimat.
 Macam-macam kata penghubung dan fungsinya:
1. menyatakan gabungan yang sejajar: dan, lagi, lagi pula, serta
2. menyatakan pertentangan: tetapi, akan tetapi, melainkan, namun, sedangkan, padahal
3. menyatakan waktu: apabila, ketika, bilamana, sebelum, sejak, sesudah
4. menyatakan tujuan: supaya, agar, untuk
5. menyatakan sebab: sebab, karena, sebab itu, karena itu
6. menyatakan akibat: sehingga, sampai
7. menyatakan syarat: jika, apabila, kalau, asalkan, bilamana
8. menyatakan tak bersyarat: walaupun, meskipun, biarpun
9. menyatakan pilihan: atau
10. menyatakan perbandingan: seperti, bagai, seakan-akan, ibarat, umpama, daripada
11. menyatakan korelatif: semakin ………. semakin ………, kian ……….. kian ………
     tidak hanya …… tetapi juga ……, sedemikian rupa …….sehingga ………, baik      ……maupun
12. menyatakan menguatkan: bahkan, apalagi
13. menyatakan rincian: yakni, adalah, yaitu, ialah
14. menyatakan penjelas (penegas): bahwa
15. menyatakan urutan: mula-mula, lalu, kemudian
16. menyatakan pembatasan: kecuali, selain, asal
17. menyatakan  penanda  contoh:  misalnya,   umpama,   contoh  menyatakan penanda      pengutamaan: yang penting, yang pokok, paling utama, terutama
d.      Partikel
Partikel adalah kategori yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat Tanya, perintah, dan pertanyaan (berita).
Macam-macam partikel:
               a. kah, misalnya: Apakah Bapak Ahmadi sudah datang?
               b. kan, misalnya: Tadi kan sudah dikasih tahu!
e.      Kata seru (interjeksi)
Kata seru adalah kata tugas yang dipakai mengungkpkan seruan hati atau berbagai ungkapan perasaan.
Macam-macam interjeksi:
a. seruan atau panggilan, misalnya: hai, halo
b. keheranan, misalnya: aduhai, amboi, astaga
c. kesakitan, misalnya: aduh
d. kekecewaan, misalnya: uh, brengsek, buset
e. kekagetan, misalnya: lho, masya Allah, Atagfirullah
f. kelegaan, misalnya: Alhamdulillah, nah
g. kejijikan, misalnya: bah, cih, idih




















TUGAS BAHASA INDONESIA


KELAS KATA


D
I
S
U
S
U
N

O
L
E
H




NAMA            : ATHIYYAH RAHMAH ZAMRUD
KELAS             : X TKJ 1
NIS                  : 2011099






SMK TELKOM SANDHY PUTRA 2 MAKASSAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar